Breaking News:

Penanganan Covid

Lansia Sudah Divaksin, Risiko Terburuk Covid 19 Diprediksi Bakal Segera Menurun

kelompok rentan seperti masyarakat lanjut usia (lansia) sudah mulai menjalani vaksinasi tahap kedua.

Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Petugas medis menunjukkan vaksin Covid-19 produksi Sinovac (CoronaVac) 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Risiko terburuk akibat Covid-19 diprediksi bakal segera menurun.

Sebab, kelompok rentan seperti masyarakat lanjut usia (lansia) sudah mulai menjalani vaksinasi tahap kedua dan penyandang disabilitas mulai menjalani vaksinasi tahap pertama.

"Iya, akan mengurangi manifestasi Covid-19 berat pada kelompok berisiko tinggi," ujar Pakar Virologi dan Imunologi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), dr Mohamad Saifudin Hakim, Sabtu(13/3/2021).

Sementara itu, masih ada kelompok rentan yang takut divaksin.

Padahal, untuk bisa ikut vaksin, pemerintah sudah membuat standar operasional prosedur (SOP), sehingga dampak vaksin bisa diminimalisir. 

Saifudin menilai program vaksinasi tidak akan berjalan sesuai rencana jika ada yang masih menolak divaksin.

"Iya, diharapkan ada edukasi terus-menerus kepada kelompok masyarakat yang masih takut atau menolak untuk vaksinasi tanpa alasan medis yang bisa dibenarkan," ujarnya.

Baca juga: Wacana Kebijakan Penggunaan Paspor Vaksin untuk Syarat Travelling, WHO Tidak Sarankan, Ini Alasannya

Baca juga: 8 Warga Jepang Alami Efek Samping Anafilaksis Setelah Divaksin Covid-19, Ini Penjelasannya

Sisi lain, pemerintah terus belanja vaksin, tidak hanya dari satu negara produsen, tapi dari berbagai negara.

Menurut Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Abidin Fikri, apa yang dilakukan pemerintah Indonesia itu bukan untuk menghindari kemungkinan embargo dari negara produsen.

"Itu bukan soal embargo, soal ketersediaan. Jadi, ini bukan embargo ya. Memang pemerintah harus berinisiatif, karena kan semua negara butuh vaksin. Jadi ya harus proaktif," kata Abidin Fikri.

Jadi, kata dia, pemerintah memang harus lebih cepat mendatangkan vaksin dari negara-negara produsen.

"Jadi ya siapa yang bisa melakukan pembicaraan dengan negara yang produksi vaksin, dia akan lebih baik," kata legislator asal daerah pemilihan Jawa Timur IX ini.

Sehingga, dia menilai apa yang dilakukan pemerintah terkait mendatangkan vaksin dari banyak negara sudah tepat.

"Oh tepat dong. Karena banyak negara yang sampai sekarang belum dapat vaksin," tuturnya.

Dia pun memberikan contoh Malaysia hingga kini belum mendapatkan vaksin Covid-19 dari negara produsen.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Tags:
vaksinCovid-19lansiadisabilitas
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved