Breaking News:

Penanganan Covid

Izinkan Penggunaan Vaksin AstraZeneca Meski Mengandung Tripsin Babi, PWNU Jatim Beri Penjelasan

Izinkan penggunaan Vaksin AstraZeneca meski disebut mengandung tripsin babi, PWNU Jatim beri penjelasan.

Editor: ninda iswara
JUSTIN TALLIS / AFP
Ilustrasi vaksin Covid-19 dari Universitas Oxford dan AstraZeneca, diambil pada 17 November 2020. 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyebut penggunaan masa darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) atas vaksin AstraZeneca telah diterbitkan di sejumlah negara Islam seperti Saudi Arabia, Kuwait, Maroko, Bahrain, dan Mesir.

Di Indonesia sendiri, BPOM telah menerbitkan EUA berdasarkan hasil evaluasi dan pertimbangan kemanfaatan serta risiko, pada 22/2/2021 dengan nomor EUA2158100143A1.

Namun Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan Fatwa No 14 tahun 2021 Hukum Penggunaan Vaksin yang menyebutkan vaksin AstraZeneca mengandung unsur babi namun boleh digunakan.

Sebagaimana TribunNewsmaker.com kutip dari Tribunnews.com berjudul : PWNU Jatim Izinkan Penggunaan Vaksin AstraZeneca, Ini Penjelasannya, Wakil Ketua PWNU Jatim KH Ahmad Fahrur Rozi menjelaskan telah menyampaikan pandangan berbeda dalam rapat dewan Fatwa MUI terkait masalah kandungan vaksin AstraZeneca.

Pada awal Maret ini, sejatinya Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur (PWNU) juga telah mengeluarkan surat keputusan yang menyatakan bahwa jenis vaksin yang direkomendasikan oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia aman digunakan.

“Meskipun vaksin yang telah dibeli pemerintah seperti AstraZeneca dalam pembuatannya mengandung zat turunan hewani, namun pada tahapan produksinya menggunakan unsur nabati.

Sehingga vaksin tersebut adalah suci karena pada produk akhir tidak terdapat kandungan unsur najis sama sekali,” ujar Ahmad Fahrur Rozi dalam keterangannya, Sabtu (20/3/2021).

Lebih lanjut KH Ahmad Fahrur Rozi yang juga merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Annur 1 Bululawang, Malang ini menuturkan pihaknya memiliki para ahli tafsir yang bersedia untuk beradu konsep dan pemikiran guna memaparkan teorinya mendukung penggunaan vaksin AstraZeneca.

Lebih lanjut, PWNU dalam surat keputusannya No 859/PW/A-ll/L/III/2021 yang mencantumkan beberapa point penting terkait penggunan vaksin AstraZeneca sebagai berikut:

Mengumumkan bahwa vaksinasi Covid-19 wajib diikuti dan ditaati, dengan alasan karena merupakan kewajiban bersama sebagai warga negara Indonesia.

Perbuatan yang hukumnya wajib apabila diperintahkan oleh pemerintah akan mengukuhkan hukum wajib tersebut sehingga tidak menaati kebijakan tersebut adalah bertentangan dengan syara’.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved