Breaking News:

Penanganan Covid

Prancis Alami Lockdown Nasional Ketiga karena Lonjakan Kasus Covid-19, Pasien di ICU Capai 5.000-an

Negara Perancis memasuki lockdown nasional ketiga, lonjakan kasus Covid-19 terbesar dalam lima bulan

Tayang:
Editor: Talitha Desena
Jacques Witt/SIPA/REX
Presiden Prancis, Emmanuel Macron 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Prancis memasuki lockdown nasional ketiganya untuk memerangi lonjakan kasus Covid-19 yang mengancam membanjiri rumah sakit negara itu.

Semua sekolah dan toko non-esensial akan tutup selama empat minggu.

Jam malam akan diberlakukan dari pukul 19.00 hingga 06.00 waktu setempat.

Melansir BBC, pada Jumat (2/4/2021), jumlah pasien Covid-19 yang sakit parah di unit perawatan intensif (ICU) meningkat 145 seperti yang dikutip dari Tribun Pontianak dengan judul Prancis Masuki Lockdown Nasional Ketiga di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19.

Ini adalah lonjakan terbesar dalam lima bulan.

Presiden Prancis, Emmanuel Macron telah menjanjikan lebih banyak tempat tidur rumah sakit untuk pasien Covid.

Saat ini, jumlah pasien Covid-19 yang dirawat di ICU mencapai 5.000 pasien.

Baca juga: Klarifikasi Lengkap Presiden Perancis Emmanuel Macron Soal Pernyataannya yang Kontroversial

Baca juga: Orang Indonesia di Perancis Ungkap Situasi saat Lockdown Cegah Corona: Betapa Kacaunya Keadaan

Menara Eifel. Prancis memasuki lockdown nasional ketiganya saat memerangi lonjakan kasus Covid-19 yang mengancam membanjiri rumah sakit negara itu.
Menara Eifel. Prancis memasuki lockdown nasional ketiganya saat memerangi lonjakan kasus Covid-19 yang mengancam membanjiri rumah sakit negara itu. (Wikipedia)

Perjalanan Radius Lebih dari 10 Kilometer Perlu Perizinan

Selain pembatasan yang mulai berlaku pada Sabtu, mulai Selasa, orang juga memerlukan alasan yang sah untuk melakukan perjalanan lebih dari 10 kilometer dari rumah mereka.

Presiden Macron berharap untuk mengendalikan kasus virus corona Prancis tanpa harus memberlakukan penguncian lagi.

Bagaimana dengan negara Eropa lainnya?

Di Jerman, Presiden Frank-Walter Steinmeier meminta orang-orang untuk memainkan peran mereka dan mendapatkan vaksinasi.

Berbicara dalam pidato televisi kepada negara pada Sabtu, dia mengatakan negara itu berada di tengah gelombang ketiga dan menghadapi lebih banyak pembatasan.

Pengambilan gambar ini diambil dari sebuah video yang dipublikasikan di akun twitter Presiden Prancis Emmanuel Macron pada 7 Januari 2021 menunjukkan Presiden Prancis sedang menyampaikan pidato setelah pendukung Presiden AS Donald Trump menyerbu Capitol AS. Pemimpin Prancis Emmanuel Macron mengatakan:
Pengambilan gambar ini diambil dari sebuah video yang dipublikasikan di akun twitter Presiden Prancis Emmanuel Macron pada 7 Januari 2021 menunjukkan Presiden Prancis sedang menyampaikan pidato setelah pendukung Presiden AS Donald Trump menyerbu Capitol AS. Pemimpin Prancis Emmanuel Macron mengatakan: "Kami tidak akan menyerah pada kekerasan beberapa orang yang ingin mempertanyakan" demokrasi setelah pendukung Donald Trump melanggar Capitol AS beberapa jam sebelumnya. (EMMANUEL MACRON / TWITTER / AFP)

Dia juga mengakui, kesalahan telah dibuat khususnya dalam pengujian dan peluncuran vaksin.

Ia juga berbicara tentang adanya krisis kepercayaan di negara bagian tersebut.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Tags:
Covid-19PerancislockdownEmmanuel Macron
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved