Breaking News:

Penanganan Covid

Desak Negara Maju Hentikan Vaksinasi Terhadap Anak-anak, WHO Desak Sumbangkan Vaksin ke COVAX

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendesak negara maju atau negara berpenghasilan tinggi, untuk berhenti memvaksinasi anak-anak terhadap virus corona (

Andrej ISAKOVIC / AFP
Seorang staf medis menunjukkan dosis vaksin Sinopharm buatan China untuk memvaksinasi Menteri Kesehatan Serbia di institut virologi di Beograd pada 19 Januari 2021. Vaksin virus corona (COVID-19) Sinopharm menjadi vaksin buatan China pertama yang disetujui Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendesak negara maju atau negara berpenghasilan tinggi, untuk berhenti memvaksinasi anak-anak terhadap virus corona (COVID-19).

Sebagai gantinya, negara maju diharapkan menyumbangkan dosis vaksin ke negara-negara berkembang dan negara berpenghasilan rendah, melalui COVID-19 Vaccines Global Access (COVAX).

COVAX merupakan program yang dipimpin Global Alliance for Vaccines and Immunization (GAVI), WHO, Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI), untuk mengupayakan keadilan dan pemerataan distribusi vaksin COVID-19 ke seluruh dunia, terutama untuk negara berpenghasilan rendah.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyuarakan kemarahannya terhadap negara maju yang sekarang memvaksinasi anak-anak dan remaja.

Sementara negara berpenghasilan rendah baru saja mulai memvaksinasi petugas kesehatan dan kelompok yang paling rentan.

"Pada Januari, saya berbicara tentang potensi terungkapnya bencana moral," kata Tedros dalam konferensi pers, sebagaimana diwartakan Channel News Asia.

"Sayangnya, kami sekarang menyaksikan permainan ini. Di beberapa negara kaya, yang membeli sebagian besar pasokan, kelompok berisiko rendah sekarang divaksinasi," sambungnya.

Baca juga: Tarif dan Pelayanan Vaksinasi Gotong Royong, Akan Dilakukan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Masyarakat

Baca juga: CDC Sebut Warga Amerika Sudah Tak Diwajibkan Pakai Masker & Jaga Jarak karena Sudah Divaksin Penuh

Tedros memahami mengapa beberapa negara juga ingin memvaksinasi anak-anak dan remaja.

Akan tetapi, ia berharap negara maju juga mempertimbangkan kembali untuk menyumbangkan dosis vaksin kepada COVAX.

Sebab, di sebagian negara berpenghasilan rendah, hingga kini pasokan vaksinnya belum mencukupi untuk memvaksinasi tenaga kesehatan.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus (VOA)
Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: ninda iswara
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved