Breaking News:

Penanganan Covid

Cara yang Benar Mencuci Baju Pasien Covid-19, Perlu Perlakuan Khusus, Jangan Asal Agar Tak Ketularan

Protokol kesehatan wajib dipatuhi sebagai upaya mencegah penularan covid-19.

Editor: galuh palupi
freepik.com
Cuci Baju (ilustrasi) 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Protokol kesehatan wajib dipatuhi sebagai upaya mencegah penularan covid-19.

Organisasi kesehatan di seluruh dunia terus menyoroti pentingnya menjaga jarak fisik, mencuci tangan, dan mendesinfeksi barang sehari-hari, termasuk pakaian.

Merangkum dari Medical News Today, mencuci dan desinfeksi adalah proses yang berbeda.

Mencuci merupakan proses yang melibatkan menghilangkan kotoran dan kuman dari permukaan.

Cuci Baju (ilustrasi)
Cuci Baju (ilustrasi) (freepik.com)

Meskipun pembersihan dapat menurunkan risiko penyebaran agen infeksi, seperti virus dan bakteri, pembersihan tidak membunuh mereka.

Oleh karena itu, perlu melakukan desinfeksi dengan menggunakan bahan kimia pembunuh kuman.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) telah mengatakan bahwa SARS-CoV-2 menyebar dari orang ke orang melalui kontak tidak langsung dan langsung dengan droplet pernapasan yang mengandung virus.

Baca juga: John Martin Kena Covid-19 Varian Delta, Ungkap Gejala Sangat Khas, Waspada Jika Flu dengan Pola Ini

Tindakan pencegahan, seperti jarak fisik, karantina, dan isolasi diri, dapat membantu mengurangi risiko penularan langsung.

Namun, tetesan pernapasan bisa jatuh pada benda dan permukaan.

SARS-CoV-2 dapat masuk ke tubuh seseorang jika mereka menyentuh permukaan ini dan kemudian menyentuh mata, hidung, atau mulut mereka.

Studi berjudul “Persistence of coronaviruses on inanimate surfaces and their inactivation with biocidal agents” menunjukkan bahwa virus corona dapat menempel di permukaan logam, kaca, dan plastik hingga 9 hari.

Studi lain melaporkan bahwa virus tetap menular selama 3–7 hari pada permukaan kaca, baja tahan karat, dan plastik, dan kurang dari 2 hari pada kayu dan kain.

Temuan mereka juga menunjukkan bahwa SARS-CoV-2 sangat sensitif terhadap panas.

Setelah dipanaskan dalam suhu 70 derajat celcius, virus menjadi tidak aktif dalam waktu 5 menit.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved