Breaking News:

Penanganan Covid

Zifivax Jadi Salah Satu dari 5 Vaksin Booster yang Disetujui BPOM, Apakah Ada Efek Sampingnya?

Mengenai Zifivax, salah satu vaksin booster yang disetujui BPOM, apa efek sampingnya?

Editor: Talitha Desena
freepik.com, Pixabay
Ilustrasi vaksin Covid-1-9, Zifivax 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Zifivax merupakan vaksin Covid-19 yang akan digunakan sebagai vaksin booster.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menerbitkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) untuk lima vaksin booster.

Selain Zifivax, vaksin booster yang akan digunakan adalah CoronaVac produksi PT Bio Farma, vaksin Pfizer, vaksin AstraZeneca, dan vaksin Moderna.

"BPOM telah melalui proses evaluasi bersama para tim ahli Komite Nasional Penilai Vaksin (Covid-19) dan telah mendapatkan rekomendasi memenuhi persyaratan yang ada,” ujar Kepala BPOM Penny K. Lukito, dalam keterangan pers, di Jakarta Pusat, Senin (10/1), dikutip dari laman Kominfo.

Baca juga: Sertifikat Vaksin Tak Muncul di Aplikasi PeduliLindungi? Kirim SMS Atau Email ke Nomor & Alamat Ini

Baca juga: Cara Cek Sertifikat Vaksin Melalui HP Android dan iPhone Tanpa Install Aplikasi Apapun

Ilustrasi vaksin Covid-19.
Ilustrasi vaksin Covid-19. (Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo)

Mengapa Zifivax jadi vaksin booster?

Zifivax merupakan vaksin yang dikembangkan dan diproduksi oleh Anhui Zhifei Longcom Biopharmaceutical dengan platform rekombinan protein sub-unit.

Vaksin Zifivax digunakan untuk booster heterolog dengan vaksin primer Sinovac dan Sinopharm.

“Titer antibodi netralisasi meningkat lebih dari 30 kali pada subjek yang telah mendapat dosis primer Sinovac atau Sinopharm,” ujar Kepala BPOM Penny K. Lukito.

Pemberian booster bertujuan meningkatkan kadar antibodi Covid-19 yang telah mengalami penurunan signifikan setelah enam bulan memperoleh vaksin dosis lengkap.

Direktur Pemasaran dan Kemitraan PT JBio, Dokter Chairuddin Yunus mengungkapkan hal tersebut berdasarkan hasil dari penelitian independent yang dilakukan di National Center For Infectious Diseases, Beijing Ditan Hospital, Capital Medical University Beijing.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved