Breaking News:

Penanganan Covid

Pemerintah Minta Masyarakat Tetap Jaga Protokol Kesehatan Ketika Mudik, Ingatkan Vaksin Booster

Jelang hari raya Idul Fitri 2020, pemerintah minta masyarakat jaga protokol kesehatan saat mudik untuk menghindari persebaran Covid-19 meningkat

Editor: Talitha Desena
Istimewa
Ilustrasi mudik Lebaran, masyarakat diminta jaga protokol kesehatan 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengimbau masyarakat yang akan melaksanakan perjalanan mudik lebaran untuk menyiapkan diri dengan baik.

"Saya mengimbau kepada masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik, siapkan mudik dengan sebaik-baiknya,

Termasuk dalam berperilaku bermudik, baik ketika di perjalanan maupun di tempat tujuan," ujar Muhadjir melalui keterangan tertulis, Senin (25/4/2022).

Dirinya meminta agar masyarakat yang akan melaksanakan mudik segera melengkapi dosis vaksinasi dan juga vaksinasi booster. 

Langkah ini dilakukan untuk mencegah penularan Covid-19 terhadap sanak saudara di kampung halaman. 

"Jangan membawa oleh-oleh tidak perlu yaitu virus Covid-19. Jangan datang membawa covid dan jangan pulang membawa oleh-oleh covid. Karena itu patuhilah untuk disiplin, booster untuk yang belum berangkat," jelas Muhadjir. 

Baca juga: Jadi Syarat Mudik Lebaran 2022, Ini Cara Cek Serta Download Sertifikat Vaksin Covid-19

Baca juga: SYARAT Mudik Terbaru Lebaran 2022, Anak Usia 6-18 Tahun Tak Perlu Vaksin Booster & Antigen

Pendaftaran Mudik Gratis Lebaran 2022 Kemenhub dibuka hingga 24 April 2022, ini cara daftar mudik gratis. Akses laman www.mudikhubdat2022.com.
Ilustrasi mudik (Warta Kota/Henry Lopulala)

Muhadjir mengatakan bagi masyarakat yang masih belum melengkapi status vaksinasi supaya bisa inisiatif mendatangi gerai vaksin yang ada di masjid-masjid, atau gerai vaksin yang diselenggerakan oleh Polri dan TNI.

"Dan itulah yang menjamin supaya mudik kita aman dan selamat. Dengan mudik selamat maka mudiknya akan gembira," ungkap Muhadjir  

Dirinya juga berpesan agar masyarakat yang akan mudik dapat mengambil waktu mudik lebih awal dari pada tanggal libur yang diprediksi sebagai puncak arus mudik yakni 28-29 April. 

Ilustrasi mudik jalur darat.
Ilustrasi mudik jalur darat. (YouTube)

Menurutnya, hal itu sesuai dengan imbauan Presiden untuk mudik lebih awal agar bisa menghindari kemacetan parah.

"Manfaatkan rentangan mudik yang diputuskan bapak Presiden yang cukup panjang ini. Jangan ramai-ramai mengambil mudik pada puncak mudik, jangan menikmati macet. Lebih enak menikmati menghindari kemungkinan terjadinya macet. Karena itu lebih dini mudik lebih baik," tutur Muhadjir. 

"Kemudian baliknya juga begitu, lebih awal balik lebih baik. Dengan begitu maka kemacetan-kemacetan yang kemungkinan akan terjadi bisa dikurangi semaksimal mungkin," pungkas Muhadjir.

(Tribunnews.com/Fahdi Fahlevi)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Dorong Booster, Menko PMK: Jangan Bawa Oleh-oleh Covid-19 

Catatan Redaksi:

Bersama-kita lawan virus corona. Tribunnews.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Ingat pesan ibu, 3M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu Menjaga jarak).

Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved