Breaking News:

Uang Palsu di UIN Alauddin Makassar

Jadi Opertor Mesin Uang Palsu di UIN Makassar, Syahruna Ternyata Dijanjikan Tanah & Rumah oleh Annar

Inilah pengakuan Syahruna, seorang wiraswasta asal Ujung Pandang Baru, Kota Makassar, Sulawesi Selatan yang terseret kasus uang palsu di UIN Alauddin

Tayang:
Kolase TribunNewsmaker.com/ Tribunnews/ TribunTimur
Jadi opertor mesin uang palsu di UIN Makassar. 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Inilah pengakuan Syahruna, seorang wiraswasta asal Ujung Pandang Baru, Kota Makassar, Sulawesi Selatan yang terseret kasus uang palsu di UIN Alauddin Makassar.

Syahruna ternyata memiliki peran penting dalam pembuatan uang palsu di UIN Alauddin Makassar.

Ia diperintah Annar Salahuddin Sampetoding membujuk Eks Kepala Perpustakaan UIN Alauddin Makassar, Andi Ibrahim agar mesin pencetak uang masuk ke kampus.

Kasus ini terbongkar usai polisi menemukan mesin pencetak uang di perpustakaan UIN Alauddin dan menetapkan 18 tersangka.

Pembuatan uang palsu di UIN Alauddin dilakukan sejak 2022 dan sebelumnya dibuat di rumah Annar Salahuddin Sampetoding di Makassar.

Syahruna menjelaskan 19 tahapan pembuatan uang palsu sebelum diedarkan ke masyarakat.

Baca juga: Kondisi Annar Salahuddin Tersangka Utama Uang Palsu UIN Makassar, Jatuh Sakit Dirawat di Ruang ICU

Syahruna bantu cetak uang palsu di UIN Makassar.
Syahruna bantu cetak uang palsu di UIN Makassar. (kolase tribunnews)

"Ada 19 tahapan, kalau ada salah satu tahapan rusak, maka gagal dan dibuang."

"Dari 19 tahapan itu harus lulus semua," ucapnya, dikutip dari kanal YouTube tvOneNews, Selasa (31/12/2024).

Pria yang belajar mencetak uang palsu secara otodidak ini mengatakan ada dua tahapan penting yang harus dilakukan yakni pembuatan benang pengaman dan tanda air.

"Setelah itu cetak UV-nya dan magnetik agar lolos dari mesin (cek uang palsu)," terangnya.

Produksi uang palsu dilakukan secara bertahap dari satu rim atau 500 lembar kemudian bertambah.

Ia menambahkan seluruh bahan produksi didatangkan dari China termasuk mesin pencetak uang palsu seharga Rp600 juta.

Syahruna sebagai operator mesin pencetak uang palsu, sedangkan Andi Ibrahim selaku koordinator.

Mesin tersebut berada di dekat kamar mandi perpustakaan UIN Alauddin.

"Dikasih peredam agar nggak kedengeran. Jendela semua ditutup," lanjutnya.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Tags:
UIN AlauddinMakassaruang palsuAnnar Salahuddin SampetodingAndi Ibrahimperpustakaan
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved