Lawan Covid19

Bukti Taat Prokes Mampu Turunkan Covid-19 Hingga 23,3 Persen, Satgas Covid: Tapi Tetaplah Waspada!

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Peserta Seleksi Kompetisi Bidang (SKB) pada Seleksi CPNS Kota Bandung Formasi Tahun 2019 melewati tahapan penerapan dan pemeriksaan protokol kesehatan Covid-19 sebelum masuk ruang tes, di Gedung Youth Sport Center Jabar Arcamanik, Jalan Pacuan Kuda, Kota Bandung, Senin (14/9/2020). Sebanyak lebih kurang 1.400 peserta mengikuti SKB CPNS Kota Bandung Formasi Tahun 2019 yang dibagi dalam enam sesi selama dua hari dengan menerapkan protokol kesehatan ketat sebelum masuk ruang tes, yakni setiap peser

TRIBUNNEWSMAKER.COM, JAKARTA - Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito mengatakan keberhasilan dalam menekan penularan Virus Corona adalah dengan patuh dan disiplin terhadap protokol kesehatan (prokes).

Wiku menyebut bahwa saat ini tingkat kepatuhan serta disiplin masyarakat terus membaik dalam menjalakan protokol kesehatan.

Hasilnya bisa dilihat dari kasus baru Covid-19 yang menurun pada satu pekan terakhir yang mencapai 23,3 persen.

Hal itu disampaikan Wiku dalam Dialog Produktif Kabar Kamis: Hidup Baru Patuh Prokes yang disiarkan kanal YouTube FMB9ID_IKP, Kamis (14/10/2021).

"Berkaitan dengan perilaku masyarakat pada prinsipnya sekarang relatif baik meskipun kita tetap harus waspada harus tetap menjaga protokol kesehatan," kata Wiku.

Wiku juga menyebut di tengah kasus yang rendah maka apabila ada ketidakdisiplinan dalam protokol kesehatan, maka masih bisa terjaga.

Namun apabila di tempat-tempat tertentu yang sirkulasi virus yang masih tinggi maka tidak patuh protokol kesehatan bisa langsung mendongkrak kasus menjadi lebih tinggi.

"Tentunya protokol kesehatan tidak bisa kita tinggalkan, harus selalu disiplin protokol kesehatan 3M," ucap Wiku.

Ia juga memastikan terus memantau pemerapan protokol kesehatan di seluruh wilayah Indonesia.

Tentunya dengan bantuan Babinsa, Babinkamtibmas serta duta perubahan prilaku yang melaporkan keadaan di setiap wilayah.

"Pemda juga bisa melihat kondisi daerahnya masing-masing, jadi kalau dalam waktu 1 minggu terakhir tidak lapor akan tercatat juga," terang Wiku.  (*)