Berita Viral
Pemimpin Iran Ali Khamenei Tewas, Abbas Araghchi Surati PBB, Protes Tindakan AS & Israel: Pengecut!
Pemimpin Iran Ali Khamenei tewas, Abbas Araghchi surati PBB, protes tindakan AS dan Israel: Pengecut!
Editor: Listusista Anggeng Rasmi
Trump juga menyebut keberadaan kelompok proksi Iran di kawasan Timur Tengah sebagai ancaman bagi stabilitas regional maupun global.
Pernyataan tersebut merujuk pada kelompok-kelompok bersenjata yang selama ini dituding memiliki kedekatan dengan pemerintah Iran.
“Kami akan memastikan bahwa proksi teroris di kawasan tersebut tidak lagi dapat mengguncang stabilitas kawasan atau dunia dan menyerang pasukan kami,” ujarnya.
5. Seruan Perubahan Rezim
Dalam pidato itu, Trump juga menyerukan rakyat Iran untuk mengambil alih pemerintahan mereka.
“Ketika kami selesai, ambil alih pemerintahan kalian. Itu akan menjadi milik kalian untuk diambil. Ini mungkin akan menjadi satu-satunya kesempatan kalian selama beberapa generasi,” kata Trump.
Pernyataan tersebut memicu spekulasi bahwa tujuan operasi militer tidak hanya terbatas pada isu keamanan, melainkan juga menyentuh aspek politik dalam negeri Iran.
Terlebih, serangan AS bersama Israel telah menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Hingga kini, situasi di Timur Tengah masih berkembang dan memicu kekhawatiran komunitas internasional akan potensi eskalasi konflik yang lebih luas. Pemerintah Iran sendiri belum memberikan pernyataan resmi terbaru terkait isi pidato tersebut.
Bisa Sampai Lebaran
Sebelumnya, Trump, mengatakan, perang melawan Iran bisa berlangsung sampai setidaknya selama 4 minggu. Sejak serangan pertama pada pekan kedua Ramadan, Sabtu (28/2/2026), artinya konflik bersenjata itu bisa berlangsung sampai momen Lebaran, yang diperkirakan akan jatuh pada Jumat (20/3/2026).
Serangan rudal AS bersama Israel yang menyasar Teheran pada Sabtu lalu dinilai tak menghormati umat Muslim karena dilakukan saat bulan suci Ramadan.
Masyarakat Iran yang mayoritas Muslim sedang khidmat beribadah pada momen yang hanya sebulan dalam setahun itu.
Jika perhitungan Trump terjadi, lagi-lagi, momen berharga umat Muslim, hari raya Idulfitri yang seharusnya menjadi ajang saling memaafkan dan berkumpul keluarga, akan diselimuti suasana mencekam perang.
"Prosesnya selalu memakan waktu empat minggu. Kami memperkirakan akan memakan waktu sekitar empat minggu. Prosesnya selalu sekitar empat minggu, jadi sekalipun negara ini kuat dan luas, akan memakan waktu empat minggu atau kurang," kata Trump kepada Daily Mail, Minggu (1/3/2026).
Trump mengaku terbuka dengan kemungkinan perundingan dengan Iran, namun tidak dalam waktu dekat.
"Mereka ingin, mereka ingin bicara, tapi aku sudah bilang seharusnya kalian bicara minggu lalu, bukan minggu ini," lanjut Trump.
Dalam beberapa kali pidatonya, tujuan AS menyerang demi menghapuskan ancaman program nuklir dari Iran.
Khamenei Gugur
Diberitakan sebelumnya, serangan gabungan AS dan Israel menumbangkan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Wafatnya Khamenei disiarkan oleh televisi pemerintah Iran, IRIB, dan media pemerintah Iran, IRNA, pada Minggu pagi (1/3/2026) waktu Iran.
Pemerintah juga telah menetapkan 40 hari berkabung.
Tidak ada penjelasan lebih lanjut soal kabar duka tersebut. Khamenei hanya disebutkan wafat pada Sabtu pagi (28/2/2026).
"Ayatollah Khamenei, Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam, gugur sebagai syahid setelah serangan yang dilakukan oleh rezim Zionis dan Amerika Serikat pada Sabtu pagi.
Kabinet telah menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari serta libur nasional selama 7 hari menyusul gugurnya Pemimpin Revolusi tersebut," dikutip dari IRNA.
(Tribunnewsmaker.com/ Tribunnews.com/Whiesa/Tribunjakarta.com)