Donald Trump Tolak Keras Mojtaba Putra Khamenei Jadi Pemimpin Baru Iran: Tidak Dapat Diterima
Trump tegas menolak Mojtaba Khamenei jadi pemimpin baru Iran, sebut sosoknya tak dapat diterima oleh Amerika Serikat.
Editor: Eri Ariyanto
Ringkasan Berita:
- Presiden AS Donald Trump menolak keras kemungkinan Mojtaba Khamenei menjadi pemimpin baru Iran setelah wafatnya Ali Khamenei.
- Trump menyebut Mojtaba sebagai sosok yang “tidak dapat diterima” dan menilai kepemimpinannya berpotensi memicu konflik baru dengan Amerika Serikat.
- Pernyataan ini memicu kontroversi karena dianggap sebagai upaya Washington ikut campur dalam suksesi kepemimpinan Iran.
TRIBUNNEWSMAKER.COM - Pernyataan keras disampaikan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terkait kemungkinan suksesi kepemimpinan di Iran.
Donald Trump secara tegas menolak wacana pengangkatan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin baru negara tersebut.
Putra dari pemimpin tertinggi Iran sebelumnya, Ali Khamenei, memang disebut-sebut sebagai kandidat kuat untuk menggantikan posisi ayahnya.
Namun dalam pernyataannya, Donald Trump menyebut sosok Mojtaba sebagai figur yang “tidak dapat diterima” untuk memimpin Iran.
Ia bahkan menilai kepemimpinan yang melanjutkan kebijakan Ali Khamenei berpotensi memicu konflik baru dengan Amerika Serikat di masa mendatang.
Menurut Trump, dunia membutuhkan pemimpin Iran yang mampu membawa stabilitas serta perdamaian, bukan memperpanjang ketegangan geopolitik.
Pernyataan tersebut muncul di tengah ketidakpastian mengenai siapa yang akan menjadi pemimpin baru Iran setelah kematian Ali Khamenei dalam serangan militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel.
Baca juga: Nasib Fandi ABK Batam, Berakhir Lolos dari Vonis Mati Kasus 2 Ton Sabu: Cuma Dihukum 5 Tahun Penjara
Seperti diketahui, Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengguncang tatanan geopolitik global.
Di tengah berkecamuknya perang di Timur Tengah, Trump secara terbuka menyatakan keinginannya untuk terlibat langsung dalam proses suksesi kepemimpinan Iran pasca-gugurnya Ayatollah Ali Khamenei.
Dalam pernyataan yang memicu perdebatan sengit, Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan tinggal diam melihat suksesi di Teheran.
Ia secara spesifik melarang Mojtaba Khamenei, putra mendiang Khamenei pemimpin tertinggi Iran, untuk naik takhta.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam wawancara dengan media Amerika, ketika situasi politik Iran tengah memanas di tengah konflik militer di kawasan Timur Tengah.
Trump menilai Mojtaba Khamenei tidak memiliki kapasitas untuk memimpin Iran dan menyebut pencalonannya sebagai langkah yang tidak dapat diterima oleh Washington.
“Mereka membuang-buang waktu. Putra Khamenei itu figur ringan. Saya harus terlibat dalam penunjukannya,” kata Trump.
Menurut Trump, Amerika Serikat menginginkan pemimpin Iran yang mampu membawa stabilitas dan perdamaian, bukan sosok yang melanjutkan kebijakan konfrontatif pemerintahan sebelumnya.
| IRGC Bergerak Cepat, Situs Nuklir Iran Dijaga Ketat setelah Muncul Rencana Serangan Donald Trump |
|
|---|
| Donald Trump Kini Tak Bisa Akhiri Perang dengan Iran, Presiden AS Bingung Harus Berbuat Apa Lagi |
|
|---|
| AS Danai Israel Rp60 T per Tahun, Netanyahu Mau Akhiri Ketergantungan: Sudah saatnya Melepaskan Diri |
|
|---|
| Pangkalan Militer AS Jadi Target Ancaman Serangan Iran: Rudal dan Drone Sudah Kunci Sasaran |
|
|---|
| Iran Diam-diam Kuasai Jalur Perairan Strategis Lain, AS Disebut Sulit Campur Tangan |
|
|---|