Iran vs AS
Trump Sebut Pemimpin Tinggi Iran Harus Dapat Persetujuan AS Jika Ingin Bertahan, Araghchi: Terserah!
Trump sebut pemimpin tertinggi Iran harus dapat persetujuan AS jika ingin hidup, Araghchi: Terserah!
Editor: Listusista Anggeng Rasmi
Ringkasan Berita:
- Trump menegaskan bahwa siapa pun yang menjabat sebagai pemimpin tertinggi Iran harus mendapatkan persetujuan dari Washington.
- Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
- Menurut Trump, pemimpin baru Iran yang terpilih tanpa dukungan Amerika Serikat akan menghadapi masa kepemimpinan yang singkat.
TRIBUNNEWSMAKER.COM - Pernyataan kontroversial datang dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terkait kepemimpinan tertinggi di Iran.
Trump menegaskan bahwa siapa pun yang menjabat sebagai pemimpin tertinggi Iran harus mendapatkan persetujuan dari Washington agar dapat mempertahankan kekuasaannya.
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Menurut Trump, pemimpin baru Iran yang terpilih tanpa dukungan Amerika Serikat akan menghadapi masa kepemimpinan yang singkat.
“Jika dia tidak mendapatkan persetujuan dari kami, dia tidak akan bertahan lama,” kata Trump.
Komentar itu disampaikan hanya beberapa jam sebelum media pemerintah Iran mengumumkan keputusan penting terkait kepemimpinan negara tersebut.
Melalui keputusan Majelis Pakar Iran, ulama Mojtaba Khamenei akhirnya dipilih sebagai pemimpin tertinggi baru Iran.
Mojtaba sendiri dikenal sebagai putra dari pemimpin sebelumnya, Ali Khamenei.
Ali Khamenei dilaporkan meninggal dunia setelah serangan militer yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari.
Baca juga: Jejak Karir Mojtaba Khamenei Pemimpin Tertinggi Iran Pengganti Ayatollah Ali Khamenei, Jarang Tampil
Dalam wawancara dengan ABC News, Trump kembali menegaskan pandangannya mengenai kepemimpinan Iran ke depan.
Ia menyatakan bahwa Washington memiliki kepentingan besar terhadap stabilitas politik di negara tersebut.
Trump juga mengungkapkan bahwa dirinya tidak ingin konflik baru dengan Iran kembali terjadi di masa mendatang.
Salah satu kekhawatiran utama yang ia soroti adalah perkembangan program nuklir yang dijalankan oleh Teheran.
Meski demikian, pemerintah Iran dengan tegas membantah anggapan bahwa Amerika Serikat memiliki pengaruh dalam proses pemilihan pemimpin tertinggi mereka.
Araghchi: Terserah Iran
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa keputusan tersebut merupakan urusan internal Iran.