Warung Bakso Babi di Bantul Sempat Rahasiakan Status Non Halal Bertahun-tahun, MUI Turun Tangan
Warung bakso babi di Ngestiharjo, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), viral di media sosial.
Editor: Eri Ariyanto
Ringkasan Berita:
- Warung bakso di Ngestiharjo, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), viral di media sosial.
- Pemasangan spanduk bertuliskan 'Bakso Babi' oleh Dewan Masjid Indonesia (DMI) setempat di warung bakso itu menghebohkan publik.
- Dalam spanduk tersebut, juga bertuliskan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).
TRIBUNNEWSMAKER.COM - Sebuah warung bakso di Bantul, Yogyakarta, jadi sorotan publik.
Warung tersebut diketahui menjual bakso babi tanpa mencantumkan label non halal selama bertahun-tahun.
Kasus ini membuat Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat turun tangan untuk menindaklanjuti.
Baca juga: Sosok Tanti Aulia Calon Dokter yang Tewas Terpanggang di Deli Serdang Sumut, Prestasi Mentereng
Warung bakso di Ngestiharjo, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), viral di media sosial.
Pemasangan spanduk bertuliskan 'Bakso Babi' oleh Dewan Masjid Indonesia (DMI) setempat di warung bakso itu menghebohkan publik.
Dalam spanduk tersebut, juga bertuliskan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Spanduk berwarna merah bertuliskan “Bakso Babi (Tidak Halal)”.
Di bagian bawahnya terdapat tulisan “Informasi ini disampaikan oleh DMI Ngestiharjo dan MUI Kapanewon Kasihan.”
Lantas, apa tujuan pemasangan spanduk nonhalal itu?
Ketua MUI Kapanewon Kasihan, Armen Siregar, menjelaskan spanduk tersebut sudah dipasang sejak Januari 2025 oleh DMI Ngestiharjo.
Namun, setelah video viral di media sosial, keberadaan spanduk itu menimbulkan banyak tafsir di masyarakat.
Dengan demikian, untuk menghindari kesalahpahaman, unsur Forkopimkap Kasihan lalu menggelar rapat koordinasi.
Dari hasil rapat, disepakati bahwa penambahan tulisan agar informasi lebih jelas.
“Ditambahi kata-kata ‘informasi ini disampaikan oleh MUI Kasihan dan DMI Ngestiharjo’,” ujar Armen, Selasa (28/10/2025), dilansir Kompas.com.
Menurut Armen, tujuan utama pemasangan spanduk di warung bakso babi tersebut adalah untuk memberikan edukasi, bukan pelarangan.
| 5 Orang Diamankan Usai Nekat Olah Ikan Sapu-sapu Jadi Siomay, Satpol PP Jakarta: Mereka Menjualnya |
|
|---|
| Sosok Praka Rico, Prajurit TNI Pasukan Misi Perdamaian PBB di Lebanon Gugur Usai Diserang Israel |
|
|---|
| Rekam Jejak Aipda Robig, Eks Polisi Penembak Siswa SMK Semarang Terseret Kasus Narkoba dalam Penjara |
|
|---|
| Sosok Robig Zaenudin, Eks Polisi Penembak Siswa SMKN 4 Semarang Kini Dibui di Nusakambangan |
|
|---|
| Tega Lecehkan Santri, Syekh Ahmad Al Misry Pakai Iming-iming Kuliah ke Mesir: Cek Fisik Buka Baju |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/newsmaker/foto/bank/originals/Warung-bakso-babi-viral-di-Ngestiharjo-Kapanewon-Kasihan-Kabupaten-Bantul.jpg)