17 Tahun Buron & Kabur ke Beberapa Negara, Tersangka Pembobolan BNI Maria Pauline Lumowa Ditangkap

Maria Pauline Lumowa, tersangka pembobolan BNI diekstradisi dari Serbia setelah 17 tahun buron dan berpindah-pindah negara

Dokumentasi/Humas Kemenkumham via Kompas.com
Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly bersama Maria Pauline Lumowa, Rabu (8/7/2020) 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Maria Pauline Lumowa adalah tersangka buron kasus pembobolan Bank BNI.

Sosoknya kerap diungkit di tanah air karena tak juga tertangkap meski belasan tahun buron.

Hingga Menteri Hukum dan HAM ( Menkumham) Yasonna Laoly memberi kabar baik baru-baru ini.

Pada Kamis, 9 Juli 2020, beredar kabar jika Maria Pauline Lumowa dijadwalkan tiba di Indonesia.

Dirinya diekstradisi dari negara Serbia.

Proses ekstradisi dilakukan oleh delegasi pemerintah dengan dipimpin oleh Yasonna Laoly.

Yasonna Laoly Digugat karena Bebaskan Napi di Tengah Corona: Sekarang, Semua Harus Jaga Pos Ronda!

Marak Kejahatan, Yasonna Laoly Minta Napi Asimilasi Tak Disalahkan, Hotman Paris: Ngomong Apa Sih

Menkumham, Yasonna Hamonangan Laoly saat tiba di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Senin (3/7/2017).
Menkumham, Yasonna Hamonangan Laoly pada Senin (3/7/2017). (Kompas.com)

"Dengan gembira saya menyampaikan bahwa kami telah secara resmi menyelesaikan proses handing over.

Atau penyerahan buronan atas nama Maria Pauline Lumowa dari pemerintah Serbia," kata Yasonna melalui keterangan tertulis pada Rabu 8 Juli 2020.

Menurut Yasonna, upaya esktradisi Maria tak lepas dari diplomasi hukum dan hubungan baik antarnegara serta komitmen pemerintah dalam penegakan hukum.

Yasonna menuturkan, pemulangan Maria juga sempat mendapat "gangguan" berupa upaya hukum agar dapat lepas dari proses ekstradisi dan ada upaya dari sebuah negara untuk mencegah ekstradisi terwujud.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Talitha Desena
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved