Breaking News:

Penanganan Covid

Vaksinasi Covid-19, Jokowi Tegaskan Proses Dilakukan Secara Klaster, Bukan Perorangan

Mulai pekan depan, vaksinasi Covid-19 mulai diberikan kepada pemberi layanan publik.

Tribunnews.com/ Biro Sekretariat Presiden RI/ Laily Rachev
Presiden Joko Widodo menjadi orang pertama yang disuntik vaksin Covid-19 dalam program vaksinasi massal secara gratis di Indonesia, di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (13/1/2021) pagi. 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Mulai pekan depan, vaksinasi Covid-19 mulai diberikan kepada pemberi layanan publik.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan vaksinasi dilakukan secara klaster, bukan perorangan.

Sehingga terbentuk kekebalan pada masyarakat (herd immunity).

Hal itu diungkapkan Jokowi saat konferensi pers Munas VI Asosiasi Pemerintah Kota di YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (11/2/2021).

"Mulai minggu depan masuk ke pelayanan publik yang sering berhubungan dengan masyarakat."

"Masyarakat yang interaksi tinggi ,mobilitasnya tinggi didahulukan. Misalnya, pasar, sektor jasa yang interaksinya tinggi."

"Bukan orang per orang, karena kita ingin melakukan vaksinasi itu klaster."

"Memagari hingga tercapai kekebalan komunal, herd immunity," jelas Jokowi.

Ia meminta semua pemerintah daerah (Pemda) untuk menyiapkan manajemen agar vaksinasi cepat dilakukan.

Baca juga: Helena Lim Viral Dapat Prioritas Vaksin Covid-19, Polisi Kini Panggil Pihak Puskesmas Kebon Jeruk

Baca juga: Soal Mekanisme & Waktu Vaksinasi Gotong Royong, Pemerintah Belum Putuskan, Masih Prioritaskan Nakes

Jokowi saat Konpres Munas
Presiden Joko Widodo (Jokowi) tegaskan vaksinasi Covid-19 dilakukan secara klasterisasi, bukan perorangan pada saat konferensi pers Munas IV, Kamis (11/2/2021).

Pada kesempatan yang sama, Jokowi mewanti-wanti Pemda untuk segera tangani jika ada warga terinfeksi Covid-19.

"Kalau ditemukan yang terinfeksi virus, langsung disisolasi. Siapkan isolasi terpusat, kerjasama  dengan Kemenkes, BNPB, TNI dan Polri," ucapnya.

PPKM skala mikro bisa diberlakukan dalam lingkup kecil, yakni kawasan RT, RW atau kelurahan.

Menurutnya, PPKM skala mikro tak akan memberi dampak kerusakan pada pertumbuhan ekonomi masyarakat.

"Jangan sampai yang terkena virus hanya satu orang dalam satu RT, yang di-lockdown seluruh kota," ucap Jokowi.

"Lockdown skala mikro, tidak merusak pertumbuhan ekonomi. Tidak merusak kegiatan ekonomi masyarakat," lanjutnya.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Tags:
JokowivaksinasiCovid-19
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved