Breaking News:

Mengenang 7 Tahun Pembunuhan Ade Sara, Ditemukan di Pinggir Tol, Mantan Pacar Divonis Seumur Hidup

5 Maret 2021, tepat 7 tahun lalu jenazah Ade Sara ditemukan di pinggir tol setelah dibunuh mantan dan pacar barunya.

TribunNewsmaker.com Kolase/Kompas.com/Robertus Belarminus/Warta Kota/Adhy Kelana
Ahmad Imam Al Hafitd dan Assyifah Anggraini (Assyifa Ramadhani), dua terdakwa kasus pembunuhan Ade Sara Angelina Suroto, duduk tertunduk sesaat sebelum menjalani sidang perdana kasus tersebut di Pengadilan Negeri Jakara Pusat, Selasa (19/8/2014). Sidang yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Hapsari ini menyebut kedua terdakwa terancam hukuman seumur hidup. Selain itu, keduanya didakwa dengan pasal berlapis. 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Tujuh tahun lalu, jenazah Ade Sara ditemukan di pinggir tol setelah dibunuh mantan kekasih dan pacar barunya.

Pada 5 Maret 2014 atau tujuh tahun yang lalu, seorang perempuan muda ditemukan tewas di pinggir tol Bintara, Bekasi, Jawa Barat.

Perempuan itu kemudian teridentifikasi sebagai Ade Sara Angelina Suroto (19), mahasiswi di Universitas Bunda Mulia, Jakarta Utara.

Berselang tiga hari sejak penemuan jenazah Ade Sara, polisi berhasil mengungkap pelaku pembunuhan.

Sosok yang menghabisi nyawa Ade Sara tak lain adalah mantan kekasihnya, Ahmad Imam Al Hafitd, bersama sang pacar baru, Assyifa Ramadhani.

2 hari menghilang

Salah satu pekerja di rumah Sara, Nana, mengatakan, anak majikannya terakhir kali berada di rumah di Kelurahan Jati, Pulogadung, Jakarta Timur itu pada Senin (3/3/2014).

Baca juga: Kasus Pembunuhan 2 Wanita dalam Sehari, Pelaku Oknum Polisi, Motif Sakit Hati Tapi Bukan Soal Cinta

Baca juga: Update Kasus Aulia Kesuma: MA Tolak Kasasi, Terdakwa Pembunuhan Berencana Tetap Divonis Hukuman Mati

Orangtua Ade Sara Angelina, Elizabeth Diana dan Suroto
Orangtua Ade Sara Angelina, Elizabeth Diana dan Suroto (wahyu aji)

Sebelumnya, pada Minggu malam, Sara pergi menghadiri acara musik Java Jazz di bilangan Jakarta Pusat.

Pada Senin pagi, Sara diantarkan ayahnya, Suroto, dengan sepeda motor menuju Stasiun Klender.

Almarhumah kala itu hendak berangkat ke kampus yang dilanjutkan ke tempat les bahasa Jerman di Goethe Institute.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: ninda iswara
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved