Breaking News:

Penanganan Covid

Peneliti di Pentagon Mengembangkan Microchip di Bawah Kulit untuk Deteksi Covid-19 yang Beri Sinyal

Peneliti di Pentagon, Amerika, mengembangkan microchip untuk ditaruh di bawah kulit yang dapat mendeteksi Covid-19

Washington Examiner
Microchip untuk ditaruh di bawah kulit yang dapat mendeteksi Covid-19 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Peneliti Pentagon mengembangkan microchip yang dapat dimasukkan di bawah kulit untuk mendeteksi Covid-19 bahkan sebelum seseorang mulai menunjukkan gejala.

"Ini adalah sensor," ujar Dr. Matt Hepburn, seorang dokter penyakit menular dan pensiunan kolonel Angkatan Darat.

"Benda kecil berwarna hijau itu, Anda taruh di bawah kulit Anda."

"Benda itu akan memberitahu Anda bahwa ada reaksi kimia yang terjadi di dalam tubuh, dan sinyal itu berarti Anda akan mengalami gejala besok."

Dilansir Washington Examiner, teknologi ini dikembangkan oleh Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA), sebuah unit rahasia yang diluncurkan selama era Perang Dingin seperti yang dikutip dari Tribun Pontianak dengan judul Ilmuwan Pentagon Kembangkan Microchip yang Bisa Deteksi Covid-19, Ditanam di Bawah Kulit.

Baca juga: Bulan April 2021 Indonesia Alami Keterbatasan Stok Vaksin Covid-19, Jubir Ungkap Penyebabnya

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 Lanjut di Bulan Ramadhan, Orang dengan Kondisi Ini Tak Bisa Divaksin saat Puasa

microchip yang dikembangkan Pentagon
microchip yang dikembangkan Pentagon (CBS 60 minutes)

Unit itu mempelajari teknologi yang muncul dan bagaimana mereka dapat diterapkan untuk digunakan di militer.

Hepburn mengatakan, microchip hanya digunakan di dalam Departemen Pertahanan dan dapat mendeteksi infeksi Covid-19 sebelum seseorang berpotensi menyebarkan penyakit ke anggota layanan lainnya.

"Kami menantang komunitas riset untuk menemukan solusi yang mungkin terdengar seperti fiksi ilmiah," kata Hepburn.

Hepburn menyamakan microchip dengan lampu "mesin periksa" di mobil, memperingatkan pengguna tentang infeksi Covid-19 dan mengarahkannya untuk melakukan tes untuk memastikan hasilnya.

"Kami dapat memperoleh informasi itu dalam tiga sampai lima menit," kata Hepburn.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Talitha Desena
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved