Breaking News:

Penanganan Covid

Vaksinasi Lansia di Jepang Diharap Selesai pada Juli 2021, Agar Masyarakat Umum Segera Dapat Giliran

PM Jepang Yoshihide Suga ingin membuat undang-undang di waktu normal nanti mengenai jumlah tempat tidur pasien corona

Tayang:
Editor: Talitha Desena
Surya/Ahmad Zaimul Haq
Ilustrasi - contoh (dummy) vaksin covid saat simulasi vaksinasi Covid-19. Cek nama penerima Vaksin Covid-19 gratis tahap awal di pedulilindungi.id dengan NIK. Simak caranya. Surya/Ahmad Zaimul Haq 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - PM Jepang Yoshihide Suga dengan tegas meminta pemda agar menyelesaikan vaksinasi dosis kedua kepada warga lanjut usia (lansia) yang berusia 65 tahun ke atas pada Juli 2021.

Setelah itu akan dimulai vaksinasi bagi masyarakat umum semua usia.

"Saya minta agar pemerintah daerah bisa menyelesaikan vaksinasi tahap kedua untuk lansia pada Juli mendatang dan dilanjutkan vaksinasi bagi semua usia," papar PM Yoshihide Suga, Jumat (23/4/2021) seperti yang Tribunnewsmaker kutip dari Tribunnews dengan judul PM Jepang Berharap Vaksinasi Lansia Selesai Juli, Dilanjutkan dengan Vaksinasi Masyarakat Umum.

Perdana Menteri Suga menyampaikan niatnya untuk menangani lansia yang ingin mendapatkan vaksinasi agar setiap pemerintah daerah dapat menyelesaikan dua dosis vaksinasi pada akhir Juli.

"Bisakah Jepang menambah jumlah tempat tidur pasien corona dengan kewenangan Perdana Menteri?" tanya wartawan.

"Kewenangan pemerintah atas tenaga medis hanya atas dasar permintaan.

Kenyataannya vaksin itu bisa digunakan di luar negeri kalau selesai di Amerika Serikat, tapi Jepang punya mekanisme untuk melakukan uji klinis juga di Jepang.

Saya ingin membuat undang-undang di waktu normal nanti mengenai hal tersebut," jawab Suga.

Baca juga: Vaksin Covid-19 di Indonesia Sisa 8 Juta Dosis, Menkes Sebut Cukup untuk 20 Hari, Tunggu Pengiriman

Baca juga: Penderita Malaria Ternyata Boleh Disuntik Vaksin Covid-19, Perhatikan Syaratnya!

Minuman keras jadi fokus larangan dalam PSBB ke-3 di Jepang mulai 25 April sampai dengan 11 Mei 2021.
Minuman keras jadi fokus larangan dalam PSBB ke-3 di Jepang mulai 25 April sampai dengan 11 Mei 2021. (Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo)

Sementara itu mengenai penyelenggaraan Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo, PM Suga berkata, "Pemerintah ingin bekerja sama dengan Pemerintah Metropolitan Tokyo, Komite Penyelenggara, dan IOC (Komite Olimpiade Internasional) untuk mengambil tindakan yang tepat untuk membuat Olimpiade aman dan terjamin."

Kabinet PM Suga akan bekerja dengan pemerintah daerah, mengamankan tempat tidur, dan menyuntikkan vaksin sehingga dapat mengatasi krisis ini dan mendapatkan kembali ketenangan di pikiran masyarakat.

"Sebagai Perdana Menteri, saya akan melakukannya.

Semua yang saya bisa untuk melakukan yang terbaik," kata Suga.

Ketika ditanya wartawan apakah dia punya rencana mencalonkan diri dalam pemilihan presiden LDP, yang akan mencapai masa jabatannya pada akhir September, PM Suga menjawab:

"Mencegah penyebaran corona baru adalah prioritas utama saya. Pemilu Presiden LDP benar juga ada. Namun di atas semua itu saya harus mengambil kesempatan selama masa jabatan saya sebagai presiden untuk mempertimbangkan pembubaran dan pemilihan umum nasional."

Sementara itu Forum bisnis WNI di Jepang baru saja meluncurkan masih pre-open Belanja Online di TokoBBB.com yang akan digunakan sebagai tempat belanja para WNI dan orang Jepang yang ada di Jepang . Info lengkap lewat email: bbb@jepang.com

(Tribunnews/Dewi Agustina)

#covid19 #jepang #lansia

Catatan Redaksi:

Bersama-kita lawan virus corona. Tribunnews.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Ingat pesan ibu, 3M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu Menjaga jarak).

Sumber: Tribunnews.com
Tags:
Covid-19Jepanglansia
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved