Breaking News:

Penanganan Covid

Program Vaksinasi Covid-19 Masih Berjalan, Komisi IX DPR Soroti Teknis Pendistribusian Vaksinnya

Anggota Komisi IX DPR RI Putih Sari mengatakan perlunya pemerintah memastikan distribusi yang tepat sasaran untuk mendukung program vaksinasi Covid-19

Orlando SIERRA / AFP
Seorang petugas kesehatan Honduras menyiapkan dosis vaksin Moderna melawan COVID-19 di Rumah Sakit Maria di Tegucigalpa, pada 25 Februari 2021. 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Anggota Komisi IX DPR RI Putih Sari mengatakan perlunya pemerintah memastikan distribusi yang tepat sasaran untuk mendukung program vaksinasi Covid-19.

"Jadi jangan asal kerjakan vaksinasi namun di tengah upaya mencapai targetnya, ternyata masih banyak persiapan yang belum matang," ucap Putih, Sabtu (8/5/2021).

Putih menuturkan, kesiapan program vaksinasi merupakan langkah penting, khususnya terkait data kondisi di lapangan.

"Bagaimana ukuran pendataannya? Kan harus jelas. Mulai dari kebutuhan vaksin, sumber daya manusianya, dan tidak kalah penting mengenai cara distribusinya itu bagaimana sehingga tepat sasaran dan rencana," ujar Putih.

Putih juga menyoroti tentang sarana prasarana untuk vaksin, khususnya saat didistribusi hingga teknis penyimpanan yang sesuai prosedur.

Menurut dia, sejauh ini di lapangan masih ditemukan penggunaan alat penunjang di bawah standar seperti kotak pendingin minuman dipakai untuk membawa vaksin.

Menurut Putih, pemerintah awalnya masih terkesan menganggap mudah soal sarana prasarana menjaga kualitas vaksin, namun faktanya banyak mengalami masalah ketika pelaksanaan.

Baca juga: Daftar Rincian Vaksin Covid-19 yang Tiba di Indonesia, 75,9 Juta Dosis Diamankan

Baca juga: Menlu Retno Marsudi Sebut Indonesia Mendukung Penghapusan Paten Vaksin Covid-19, Ini Alasannya

Seorang staf medis menunjukkan dosis vaksin Sinopharm buatan China untuk memvaksinasi Menteri Kesehatan Serbia di institut virologi di Beograd pada 19 Januari 2021. Vaksin virus corona (COVID-19) Sinopharm menjadi vaksin buatan China pertama yang disetujui Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Seorang staf medis menunjukkan dosis vaksin Sinopharm buatan China untuk memvaksinasi Menteri Kesehatan Serbia di institut virologi di Beograd pada 19 Januari 2021. Vaksin virus corona (COVID-19) Sinopharm menjadi vaksin buatan China pertama yang disetujui Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). (Andrej ISAKOVIC / AFP)

"Ini kan vaksin harus disimpan di suhu yang sangat dingin sesuai aturannya. Pemerintah seharusnya sudah menjamin terpenuhinya ketersediaan dan kapasitas untuk menyimpan vaksin," ungkap Putih, seperti yang TribunNewsmaker.com kutip dari Tribunnews.com berjudul : Komisi IX DPR Soroti Teknis Pendistribusian Vaksin dalam Program Vaksinasi Covid-19

Sebagai informasi, vaksin haruslah disimpan di rantai dingin atau cold chain yang terdiri dari lemari es, freezer serta kotak penahan dingin vaksin (vaccine carrier) untuk dibawa ke wilayah geografis tanah air yang sulit.

Apalagi, sebetulnya indikator suhu atau kebekuan perlu di sertakan sesuai petunjuk teknis kementerian kesehatan.

Dengan penyimpanan vaksin yang memenuhi kaidah aturan seperti itu semua, maka kualitasnya dijamin tetap terjaga sehingga efektif ketika digunakan ke masyarakat.

Diketahui, distribusi vaksin menemukan berbagai kendala pengiriman ke daerah sebab alasan lokasi geografis yang sulit serta standar prosedur lokasi penyimpanan, dan pemahaman para tenaga lapangan yang belum terbiasa menangani vaksin.

Merujuk Permenkes Nomor 12 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Imunisasi (vaksinasi) disebutkan, vaksin merupakan produk biologis yang mudah rusak sehingga harus disimpan pada suhu tertentu, yakni pada suhu 2 sampai 8 derajat celcius untuk vaksin sensitif beku (tidak boleh beku), dan suhu -15 hingga -25 derajat celcius untuk vaksin yang sensitif panas.

(Tribunnews/Reynas Abdila)


#vaksin #covid19 #pemerintah

Ikuti kami di
Editor: ninda iswara
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved