Breaking News:

Sumber Uang Rp 120 Juta yang Dipakai Kopda Muslimin Bayar Eksekutor, Pinjam Mertua, Ngaku Biaya RS

Sumber uang Rp 120 juta yang dipakai Kopda Muslimin untuk bayar eksekutor, ternyata juga bawa kabur Rp 90 juta.

Editor: ninda iswara
Tangkapan layar TikTok, TribunMedan
Sumber uang Rp 120 juta yang dipakai Kopda Muslimin untuk bayar eksekutor, ternyata juga bawa kabur Rp 90 juta. 

Orang-orang tersebut dibayar Rp120 juta untuk eksekusi tersebut.

Soal perlindungan itu dibenarkan oleh Wakil Ketua LPSK Susilaningtias.

Susilaningtias mengatakan korban RW kini masih dirawat di RSUP Kariadi Semarang mulai Senin (25/7/2022), dilansir oleh TribunJakarta.com.

“Beliau masih dirawat di RS sehingga LPSK memberikan bantuan medis kepada beliau. Jadi LPSK yang akan tanggung biaya perawatan medis beliau," kata Susilaningtias, Selasa (26/7/2022).

Tidak hanya menanggung biaya perawatan medis, LPSK juga memastikan akan menjamin keselamatan RW selama proses hukum berlangsung bekerja sama dengan penegak hukum dan TNI.

Serta memberikan pendampingan kepada selama proses hukum kasus percobaan pembunuhan dialami RW, termasuk hingga nanti proses hukum bergulir di Pengadilan Militer nanti.

Korban Alami Luka Organ Dalam

Kondisi Rina Wulandari, dirujuk dan dirawat di RSUP dr Kariadi Semarang.

Dokter bedah digresif RSUP dr Kariadi Semarang, Erik Prabowo menuturkan, korban setelah tertembak langsung ditangani oleh tim RS Hermina Semarang.

Pihak rumah sakit melakukan langkah awal dan stabilisasi terhadap pasien tersebut.

"Ada multi organ korban yang injury (terluka) atau beberapa organ di dalam perut yang terluka akibat tembakan," tuturnya kepada Tribunjateng.com, Senin (25/7/2022), dukutip dari TribunJateng.com.

Menurutnya, RS Hermina merujuk korban RSUP dr Kariadi semarang untuk penanganan lanjutan.

Korban telah dilakukan operasi dan menangani problem yang ditemukan di tubuh pasien akibat tembakan tersebut.

"Minggu (24/7/2022) malam sudah dilakukan operasi."

"Alhamdulilah berjalan lancar dan menangani problem - problem yang ada di rongga perutnya," tuturnya.

Dia memastikan kondisi pasien dalam keadaan stabil.

Namun saat ini korban masih perlu diperlukan pemulihan akibat luka tembak.

Proses pemulihan Rina pun masih terus dilakukan, dan dilaprkan kondisinya terus membaik.

Bahkan Rina Wulandari dijenguk Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal Dudung Abdurachman beserta jajarannya seusai menghadiri konfrensi pers di Mapolda Jateng, Senin (25/7/2022).

Tidak hanya itu, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi juga turut menjenguk Rina. 

Baca juga: Tak Manusiawi! Murka Jenderal Andika, Istri TNI Ditembak, Dalangnya Diduga Anak Buahnya Sendiri

Baca juga: SOSOK Kopda Muslimin, TNI Diduga Dalang Penembakan Istri Sendiri, Kini Dicari Jenderal Andika: Usut!

Viral rekaman CCTV penembakan istri TNI, kini suami sendiri diduga jadi dalangnya
Viral rekaman CCTV penembakan istri TNI, kini suami sendiri diduga jadi dalangnya (Kolase Tribunnewsmaker)

Demi Wanita Lain, Kopda M Diduga Tega Berniat Habisi Istri

Keberadaan Anggota TNI berinisial Kopda M masih misterius, seusai insiden penembakan sang istri.

Kejadian tersebut terjadi di Banyumanik, Semarang, Senin (18/7/2022).

Seperti diketahui Polda Jawa Tengah dan Kodam IV Diponegoro melakukan rilis perkembangan kasus tersebut.

Disebutkan kini lima tersangka dengan peranannya masing-masing telah ditangkap.

Kapolda Jawa Tengah (Jateng) Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan dugaan motof sementara yakni soal asmara.

Kopda M diduga memiliki kekasih atau wanita idaman lain, sehingga menjadi dasar niatan buruk untuk mencelakai istrinya.

"Motifnya punya pacar lagi," ujarnya, dikutip Tribunnews dari tayangan Kompas TV, Senin (25/7/2022).

Irjen Pol Ahmad Lutfi menuturkan Kopda M diduga telah memiliki nita jahat untuk membunuh sang istri.

Hingga akahirnya mengarah pada percobaan pembunuhan berencana.

Satu di antaranya termasuk insiden penembakan.

"Jadi pelaksanaan penembakan Jam 11.00 WIBB, nah jam 08.00 WIB sudah direncanakan dengan pelaku eksekutor," ujarnya lagi.

Bahkan sebelum eksekusi penembakan terjadi, dilakukan menyiapkan senjata, kemudian rapat pematangan.

Lantas adanya proses pembuntutan terhadap istri korban, dan akhirnya penembakan.

Irjen Pol Ahmad Lutfi juga menyebut dari keterangan pelaku, bahkan Kopda M sempat beberapa kali mencoba menghilangkan nyawa sang istri.

Di mana satu bulan sebelum penembakan, menurut keterangan pelaku yang ditangkap, Kopda M sudah memerintahkan untuk meracun sang istri.

"Modus yang kedua pura-pura mencuri, yang jelas targetnya istrinya itu mati," lanjutnya.

Kemudian yang ketiga dia menggunakan santet.

"Jadi mbelani pacare, disantet diracun, pura-pura pencurian dan targetnya istri dibunuh dan terakhir ditembak," kata Irjen Pol Ahmad Lutfi.

(Kompas/Tribunnews.com/Garudea Prabawati) (TribunJakarta.com/Bima Putra) (TribunJateng.com/Rahdyan Trijoko Pamungkas)

Artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul Teganya Kopda M, Pinjam Rp 120 Juta dari Mertua untuk Biaya RS tapi Malah untuk Bayar Penembak dan di Tribunnews.com dengan judul DETIK-Detik Kopda Muslimin Tewas, Minta Maaf ke Orangtua, Kemudian Muntah, Mulut Berbusa

Sumber: Tribun Solo
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved