Breaking News:

Iran vs AS

Panas! Iran Sindir Blokade Amerika Serikat Tak Efektif, Blak-blakan Tantang Perpanjangan 30 Hari

Iran sindir blokade AS tak efektif dan tantang perpanjangan 30 hari, situasi makin panas.

Tayang:
Editor: Eri Ariyanto

“Tiga hari berjalan, tidak ada satu pun sumur yang meledak. Kami bahkan bisa memperpanjangnya sampai 30 hari dan menyiarkan langsung kondisi sumur di sini,” tulisnya.

Mengutip Moneycontrol, Ghalibaf juga menyindir para pejabat Amerika Serikat yang dinilai memberikan masukan keliru terkait efektivitas blokade.

Ia secara khusus menyinggung Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, yang disebut mendorong teori blokade tersebut.

Menurut Ghalibaf, kebijakan itu bukan melemahkan Iran, melainkan justru memicu lonjakan harga minyak global hingga menembus 120 dollar AS per barel, bahkan berpotensi mencapai 140 dollar AS.

Harga minyak kembali naik

Harga minyak mentah Brent melonjak 6 persen menjadi 118 dollar AS per barel atau naik 6,77 dollar AS pada Kamis (30/4/2026) pukul 08.30 waktu Tokyo.

Kenaikan tersebut mencerminkan meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan.

Ghalibaf menilai strategi Amerika Serikat justru tidak merugikan Iran seperti yang diharapkan.

Menurutnya, kebijakan tersebut malah berdampak pada warga AS dan perekonomian mereka sendiri, terutama akibat lonjakan harga energi.

Ia menegaskan blokade itu pada akhirnya merugikan para pengemudi Amerika dan perekonomian, sekaligus menunjukkan sikap perlawanan Teheran dan besarnya dampak kebijakan tersebut terhadap pasar energi global.

Sebelumnya Amerika Serikat memprediksi tekanan akibat pembatasan ekspor akan merusak infrastruktur energi Iran.

Pernyataan itu sekaligus menjadi sindiran terhadap asumsi bahwa blokade maritim komersial dapat dengan cepat melumpuhkan produksi minyak Iran.

Blokade Amerika Serikat yang bertujuan supaya menahan minyak Iran agar tidak keluar ke pasar internasional membuat Teheran berada dalam posisi sulit.

Dalam skenario AS, Iran dipaksa memilih antara mengurangi produksi minyak dan kehilangan pemasukan besar, atau mempertahankan produksi dengan risiko tekanan berlebih pada fasilitas penyimpanan minyaknya.

(TribunNewsmaker.com/Kompas.com)

Halaman 2/2
Tags:
IranAmerika SerikatSelat Hormuz
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved