Berita Viral
Babak Baru Kasus Pembunuhan Dosen Untag Semarang, Sidang AKBP Basuki Ditunda hingga Dua Kali
Penundaan sidang kasus kematian dosen Universitas 17 Agustus 1945 Semarang, Dwinanda Linchia Levi, memunculkan tanda tanya besar.
Editor: Candra Isriadhi
Ringkasan Berita:
- Sidang kasus kematian dosen Universitas 17 Agustus 1945 Semarang, Dwinanda Linchia Levi, ditunda dan dinilai janggal oleh pihak keluarga.
- Kuasa hukum keluarga mengaku mendengar desas-desus terkait tuntutan terhadap terdakwa dalam kasus tersebut.
- Kasus ini melibatkan Basuki, sehingga proses hukumnya menjadi sorotan publik.
TRIBUNNEWSMAKER.COM - Penundaan sidang kasus kematian dosen Universitas 17 Agustus 1945 Semarang, Dwinanda Linchia Levi, memunculkan tanda tanya besar.
Di balik tertundanya proses persidangan tersebut, kuasa hukum keluarga korban menilai ada hal yang janggal dan tidak berjalan semestinya.
Kecurigaan pun mulai mencuat, seiring munculnya berbagai informasi yang beredar di belakang layar.
Pihak kuasa hukum bahkan mengaku mendengar adanya desas-desus terkait tuntutan terhadap terdakwa dalam kasus tersebut.
Meski belum dirinci secara terbuka, isu tersebut dinilai cukup mengkhawatirkan dan perlu mendapat perhatian serius.
Seperti diketahui, sosok terdakwa dalam perkara ini adalah Basuki.
Baca juga: Siswa di Pekalongan Temukan Ulat dalam Menu MBG, Sekelas Heboh, SPPG Tanggung Jawab Ganti Makanan
Penundaan sidang ini pun semakin menjadi sorotan publik, mengingat kasus yang menjerat seorang perwira menengah Polri tersebut dinilai memiliki sensitivitas tinggi.
Kuasa hukum keluarga korban berharap proses hukum dapat berjalan secara transparan dan tidak menimbulkan kecurigaan di tengah masyarakat.
Kasus ini kini terus dipantau, sembari menunggu kejelasan lanjutan sidang yang sempat tertunda.
Terdakwa "Kabur" dari Ruang Persidangan
Bukan hanya karena agenda pembacaan tuntutan yang kembali ditunda, tetapi juga momen mencolok yang terjadi sesaat setelah persidangan berakhir di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Senin (4/5/2026).
Seusai sidang, AKBP Basuki yang berstatus tahanan tampak bergegas meninggalkan ruang persidangan menuju ruang tahanan.
Mengenakan rompi tahanan berwarna oranye, dia diduga berupaya menghindari sorotan kamera.
Bahkan, rompi tersebut digunakan untuk menutupi wajahnya saat digiring petugas menuju ruang tahanan.
Baca juga: Kondisi Terkini Bro Ron Usai Wajahnya Dipukuli Preman, Waketum PSI Alami Luka Cukup Parah di Pelipis
Suasana di lorong pengadilan pun sempat ramai.
Kuasa hukum keluarga korban, Zainal Abidin Petir, sempat turut mengikuti AKBP Basuki, sementara aparat berseragam cokelat mengawal ketat pergerakan terdakwa.
Sumber: Tribun Jateng
| Imam Masjid di Palopo Dihajar Ramai-ramai Warga, Niat Hati Tegur Bocah Nakal Main Pengeras Suara |
|
|---|
| Kondisi Terkini Bro Ron Usai Wajahnya Dipukuli Preman, Waketum PSI Alami Luka Cukup Parah di Pelipis |
|
|---|
| Sosok 2 Pelaku Pemukulan Bro Ron di Menteng Jakbar, Waketum PSI Ambil Langkah Tegas Usai Dihajar |
|
|---|
| Penumpang KA Argo Bromo Bela Korban Kecelakaan KRL di Bekasi Timur, Kini Gugat KAI Mencapai Rp 100 M |
|
|---|
| 36 Orang Diperiksa Kecelakaan KA Argo Bromo & KRL di Bekasi, Sopir Taksi Green SM Paling Disorot |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/newsmaker/foto/bank/originals/AKBP-Basuki-awalnya-mengaku-tidak-mengetahui-penyebab-kematian-dosen.jpg)