Berita Viral
Babak Baru Kasus Pembunuhan Dosen Untag Semarang, Sidang AKBP Basuki Ditunda hingga Dua Kali
Penundaan sidang kasus kematian dosen Universitas 17 Agustus 1945 Semarang, Dwinanda Linchia Levi, memunculkan tanda tanya besar.
Editor: Candra Isriadhi
Ketua Majelis Hakim Ahmad Rasjid pun mempertanyakan keterlambatan tersebut, mengingat waktu penyusunan tuntutan telah diberikan selama dua pekan.
JPU kemudian menjelaskan bahwa berkas rencana tuntutan masih berada di Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah dan belum mendapat persetujuan.
Hakim akhirnya menjadwalkan ulang sidang pembacaan tuntutan pada Jumat (8/5/2026), sembari menegaskan tidak akan mentolerir penundaan lanjutan.
Penundaan berulang itu memicu kecurigaan dari pihak keluarga korban.
Zainal Petir secara terbuka menilai ada kejanggalan dalam proses tersebut.
“Penundaan tuntutan itu sebetulnya wajar ya, namun untuk penundaan tuntutan terhadap AKBP Basuki sangat tidak wajar. Menurut saya ini ada sesuatu yang tidak beres,” tegasnya.
Dia bahkan mengaku mendengar desas-desus bahwa tuntutan yang akan dijatuhkan tidak maksimal.
“Saya mendengar desas-desus tuntutannya tidak sampai tujuh tahun. Padahal ini menyebabkan matinya seseorang, nyawa hilang,” lanjut dia.
Zainal juga menyoroti kemungkinan adanya faktor latar belakang terdakwa sebagai perwira menengah Polri yang diduga bisa memengaruhi proses hukum.
“Ini ada apa? Padahal mestinya (jaksa) independen, tidak bisa ada intervensi dari manapun,” ujarnya.
Zainal pun meminta publik ikut mengawal jalannya persidangan.
Kilas Kasus: Dosen Meninggal di Penginapan
Kasus itu bermula dari penemuan jenazah Dwinanda Linchia Levi di sebuah kamar penginapan di Semarang pada 17 November 2025.
Rekaman CCTV menunjukkan AKBP Basuki beberapa kali keluar-masuk kamar korban sebelum akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke polisi beberapa jam kemudian.
Dalam persidangan terungkap, korban sempat mengeluh sakit dan memiliki kondisi kesehatan serius sebelum meninggal dunia.
Jaksa menduga adanya unsur kelalaian dan pembiaran yang dilakukan terdakwa hingga berujung pada kematian.
Sumber: Tribun Jateng
| Imam Masjid di Palopo Dihajar Ramai-ramai Warga, Niat Hati Tegur Bocah Nakal Main Pengeras Suara |
|
|---|
| Kondisi Terkini Bro Ron Usai Wajahnya Dipukuli Preman, Waketum PSI Alami Luka Cukup Parah di Pelipis |
|
|---|
| Sosok 2 Pelaku Pemukulan Bro Ron di Menteng Jakbar, Waketum PSI Ambil Langkah Tegas Usai Dihajar |
|
|---|
| Penumpang KA Argo Bromo Bela Korban Kecelakaan KRL di Bekasi Timur, Kini Gugat KAI Mencapai Rp 100 M |
|
|---|
| 36 Orang Diperiksa Kecelakaan KA Argo Bromo & KRL di Bekasi, Sopir Taksi Green SM Paling Disorot |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/newsmaker/foto/bank/originals/AKBP-Basuki-awalnya-mengaku-tidak-mengetahui-penyebab-kematian-dosen.jpg)